TribunKalteng/

Otomotif

Beli BMW Bebas Bea Balik Nama Dongkrak Penjualan

Salah satu buktinya adalah saat BMW Indonesia menggelontor program pembelian bebas BBN selama periode akhir tahun lalu.

Beli BMW Bebas Bea Balik Nama Dongkrak Penjualan
Tribunnews/JEPRIMA
BMW Indonesia meluncurkan sedan mewah All-new Seri 7 rakitan lokal dengan varian mesin baru di Jalan Gaya Motor No 3, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (30/11/2016). Generasi keenam BMW Seri 7 ini dirakit di BMW Production Network 2, Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara dengan menggendong mesin empat silinder berkapasitas 1.998 cc twin-scroll turbocharger yaitu BMW 730Li. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Besaran bea balik nama (BBN) mobil-mobil premium sudah pasti mencekik, jumlahnya bisa di atas 30 persen dari harga off the road.

Kendati mampu membayarnya, tetap saja beban tambahan itu bikin keder para orang kaya.

Salah satu buktinya adalah saat BMW Indonesia menggelontor program pembelian bebas BBN selama periode akhir tahun lalu.

Menurut Vice President Corporate Communication BMW Indonesia Jodie O’tania, respons dari program itu begitu luar biasa.

”Jadi saat program berlangsung, para pembeli hanya membayar dengan harga off the road. Bedanya (harga off the road dengan on the road) sih lumayan, dan besarannya tergantung dari banyak hal,” ujar Jodie di sela BMW Luxurious Journey, di Bandung, (31/1/2017).

Seperti biasa, BMW tak mau menyebut jumlah pembeli atau konsumen yang tertarik memanfaatkan program tersebut.

Jodie hanya menegaskan program ini membuat penjualan di akhir tahun meningkat signifikan.

Tapi memang, bisa dibayangkan, mobil-mobil seharga di atas Rp 700 juta atau sedan mewah yang banderolnya di kisaran Rp 1 miliar – Rp 2 miliar, biaya bea balik nama (BBN) dan pajak-pajak lainnya yang harus dibayarkan saat membeli sudah pasti mencekik.

”Makanya tergantung beberapa faktor, termasuk mereka tinggalnya di mana, itu mobil kena pajak progresif atau belum, dan banyak lagi. Makanya kami tidak pernah mengumumkan harga on the road,” kata Jodie.

Program bebas BBN yang BMW gelontor membuat konsumen tidak perlu lagi memikirkan dana tambahan untuk itu.

Program ini berkalu sejak Oktober 2016, lalu diperpanjang hingga November, dan karena responsnya baik, BMW Indonesia harus mengakhiri program sampai Desember 2016.

(Donny Apriliananda/kompas.com)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help