TribunKalteng/

Waspada, Jangan Mudah Tergiur Umroh Bertarif Murah

Apalagi sampai ada yang memasang tarif di bawah Rp 20 juta harus segera menelusuri perizinan dan Track record KBIH dan Biro Travel. Ini bisa jadi abal

Waspada, Jangan Mudah Tergiur Umroh Bertarif Murah
surabaya.tribunnews.com/Nuraini Faiq
Ilustrasi - Jamaah umroh di Bandara Juanda, Surabaya. 

TRIBUNKALTENG.COM, SURABAYA - Masyarakat diminta hati-hati dan waspada saat hendak beribadah umroh ke Tanah Suci Mekkah.

Pilihlah biro travel atau KBIH yang bertanggung jawab. Jangan asal murah. Sebab, bisa jadi yang bertarif murah itu hanya akan menelantarkan jemaah tidak sampai tujuan.

Jangan pula cepat percaya dengan cara klasik mereka menggandeng tokoh masyarakat atau tokoh tenar. Itu bisa jadi hanya upaya biro travel menggaet konsumen.

"Semua warga harus Waspada dan pastikan KBIH yang berizin," tegas Kepala Kemenag Jatim Mahfud Shodar, Jumat (20/1/2017).

Saat ini, umroh menjadi fenomenal di Jatim. Tiap hari ada ribuan warga Jatim yang pergi umroh. Makin hari bukan makin berkurang. Tapi sebaliknya, makin membengkak.

Dalam catatan Surya, tiap hari ada sekitar tiga kali penerbangan khusus umrah melalui Bandara Juanda. Jika sebelumnya harus ke Jakarta dulu, saat ini bisa langsung terbang ke tanah suci.

Jika sekali terbang mengangkut 450 jemaah, ada 1.350 warga Jatim yang ke tanah suci. Mulai Senin-Minggu ada penerbangan melalui teminal khusus umroh di T1 Bandara Juanda.

Namun, tidak semua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan Umroh memiliki rekam jejak baik. Kelompok bimbingan ini bekerja sama dengan biro travel. Mereka memasang tarif beragam.

Belakangan muncul tarif murah untuk umroh. Inilah yang menurut Mahfud perlu diwaspadai. Bahkan jika ada yang berani memasang tarif di bawah Rp 25 juta itu patut diwaspadai.

Apalagi sampai ada yang memasang tarif di bawah Rp 20 juta harus segera menelusuri perizinan dan Track record KBIH dan Biro Travel. Ini bisa jadi abal-abal.

Tidak saja hanya akan menelantarkan jemaah karena tidak ada kepastian berangkat. Kalau berangkat pun hanya akan mendapat fasilitas tak nyaman. Penginapan ala kadarnya.

"Memang kalau ibadah haji harus menunggu sampai 25 tahun. Orang sekarang milih umroh. Tapi ada kecenderungan ibadah umroh bergeser menjadi lifestyle. Bukan murni ibadah," kata Mahfud.

Sementara itu, Kabid Haji dan Umrah Kemenag Jatim, Faridul Ilmi, menyebutkan bahwa khusus pelaksanan umroh bukan menjadi tanggung jawab Kemenag Jatim.

Akibatnya cenderung liar dan berpotensi hanya menjadi ladang bisnis semata.

"Semula umroh itu ibadah namun kini kehendak pasar yang dominan," kata Faridul.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help