TribunKalteng/

Kabar Olahraga

Doping di PON Jawa Barat, Dua Atlet Binaraga Kalsel Berpeluang Raih Perak

Kasus doping sejumlah atlet peraih medali pada PON 2016 XIX Jawa Barat terbukti benar. Dikutip dari Kompas.com ada 12 atlet yang positif doping.

Doping di PON Jawa Barat, Dua Atlet Binaraga Kalsel Berpeluang Raih Perak
Istimewa
Nico Wombaki saat menerima medali 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Dua atlet binaraga Kalimantan Selatan (Kalsel), Nico Wombaki dan Bambang H bisa mendapatkan peningkatan hasil medali Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, Jawa Barat.

Kasus doping sejumlah atlet peraih medali pada PON 2016 XIX Jawa Barat terbukti benar. Dikutip dari Kompas.com ada 12 atlet yang positif doping.

Para atlet yang positif doping itu berasal dari cabang olahraga berkuda, menembak, angkat besi dan binaraga.

Khusus dari cabor binaraga, ada dua atlet Kalsel yang kemungkinan besar akan mendapatkan imbas kasus doping itu.

Sekretaris Umum Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Kalsel Yudha Pribadi mengatakan pihaknya sudah mengetahui terkait dengan kasus doping sejumlah atlet peraih medali di PON Jawabarat, termasuk cabor binaraga.

"Keterangan resmi dari PB PON sudah ada hari ini, di koran Kompas. Ada atlet peraih medali terbukti memakai doping, termasuk dari cabor binaraga" katanya, Selasa, (10/1).

Menurutnya, PABBSI Kalsel menyerahkan semuanya kepada PB PON Jawa Barat terkait adanya perubahan perolehan medali untuk cabor binaraga.

"Kita belum berani menyatakan ini resmi selama KONI Kalsel belum menerima SK dari PB PON terkait perubahan perolehan medali," lanjutnya.

Dikatakannya bahwa adanya kasus doping itu, dua atlet binaraga Kalsel mendapatkan peningkatan perolehan medali.

Untuk atlet binaraga kelas 55 kilogram, Nico Wombaki pada PON Jabar meraih medali perunggu akan menjadi medali perak setelah adanya kasus doping.

Demikian juga Bambang H yang turun dikelas 65 kilogram peringkat empat pada PON 2016 Jawa Barat naik menjadi peringkat dua atau meraih medali perak.

"Bambang bisa meraih perak, karena peraih juara satu dan dua dikelasnya positif doping," katanya. (*)

Penulis: Aprianto
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help