Berlatar Belakang Bendera Merah, TNI Turunkan Potret Presiden dan Wakil Presiden, Diduga Salah Cetak

Menurut Widodo Kusmarjono, potret pasangan Kepala Negara itu dibelinya dari pedagang yang mejajakan potret itu ke sekolah tahun 2014 lalu, seusai Pemi

Berlatar Belakang Bendera Merah, TNI Turunkan Potret Presiden dan Wakil Presiden, Diduga Salah Cetak
Surya/Doni Prasetyo
Potret Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, setelah setahun lebih dipasang di sejumlah ruang di SMPN 1 Karas, Kabupaten Magetan, baru diketahui kalau potret pasangan itu ada kesalahan, karena latar belakang bendera merah, bukan merah putih. 

TRIBUNKALTENG.COM, MAGETAN - Setahun lebih potret Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla terpasang diruang Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan ruang guru SMPN 1 Karas, Kabupaten Magetan.

Selama itu tidak ada yang tahu kalau potret pasangan Kepala Negara RI yang dipasang itu bermasalah.

"Saya bener bener tidak tahu kalau potret pasangan Presiden yang saya pasang itu bermasalah. Saya baru tahu setelah didatangi anggota TNI yang memohon potret pasangan Kepala Negara itu diturunkan,"kata Kepala SMPN 1 Karas, Kabupaten Magetan Widodo Kusmarjono kepada Surya yang menemui.disekolahnya, Jumat (16/12/2016).

Menurut Widodo Kusmarjono, potret pasangan Kepala Negara itu dibelinya dari pedagang yang mejajakan potret itu ke sekolah tahun 2014 lalu, seusai Pemilu Presiden.

"Saat itu saya memang lagi butuh potret pasangan kepala negera untuk dipasang diruangan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan ruang guru. Saya saat itu beli tiga pasang, komplit dengan piguranya," jelas Widodo kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Ketika diterima, lanjut Widodo, potret Kepala Negara itu seperti tidak ada yang salah.Termasuk guru-guru yang setiap hari melihatnya.

Semua percaya saja kepada pedagang potret keliling itu. Kalau sejak awal tahu pasti tidak akan diterima.

"Saya lupa juga kapan pasti belinya dan berapa harganya, saya benar benar tidak tahu. Saya beli potret pasangan Presiden dan Wakil Presiden itu ditunjukan kepada anak didik disini, ini lho Presiden RI dan Wakil Presiden RI. Waktu itu juga tidak melihat dengan seksama,"kata Widodo warga Desa Keraton, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan ini.

Dikatatan Widodo, tahu potret Presiden dan Wakil Presiden tidak bener, karena latar belakang bendera berwarna merah, bukan merah putih dari anggota intelijen Kodim 0804 Magetan.

"Ada dua orang anggota Kodim Magetan datang ke sekolah menemui saya. Setelah basa basi sebentar, mereka kemudian mengutarakan kalau potret Presiden dan Wakil Presiden RI yang dipasang salah cetak dan minta saya menurunkan semua potret kepala negara itu,"lanjut Widodo.

Widodo mengaku kaget ketika diterangkan kedua orang anggota TNI, kalau potret Presiden dan Wakil Presiden yang dipasang itu ada kesalahan, dan itu sangat fatal kesalahannya.

"Saya rasa, bukan sekolahan saya saja yang memasang potret Presiden dan Wakil Presiden dengan latar belakang bendera merah seperti itu. Pasti ada sekolah juga memasang itu. Pasalnya saya yakin, banyak ibu ibu atau sekolah yang beli,"katanya.

Sementara Komandan Kodim (Dandim) 0804 Magetan Letkol Inf Herwin Rizayan Iszal SIP yang dikonfirmasi tidak ada ditempat, menghadiri serah terima jabatan (sertijab) di Korem 081 Dhirot Saha Jaya Madiun.

"Komandan Kodim dan semua perwira ke Korem Madiun menghadiri Sertijab. Mohon maaf tidak ada yang berani memberikan keterangan untuk media,"kata Mike salah seorang staf Kodim 0804 Magetan kepada Surya, Jumat (16/12/2016).

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help