MotoGP Valencia

Honda Akui Rossi Pebalap Cerdas, Tapi Ogah Bila Rossi Menuding Honda Bantu Lorenzo

balapan seri terakhir di Valencia ini merupakan hal yang sulit bagi Rossi karena harus kehilangan gelar juara dunia musim 2015.

Honda Akui Rossi Pebalap Cerdas, Tapi Ogah Bila Rossi Menuding Honda Bantu Lorenzo
tribunkalteng.com/tribunnews.com
Valentino Rossi

TRIBUNKALTENG.COM, VALENCIA — Seusai balapan, Valentino Rossi melontarkan kecaman terhadap apa yang dilakukan pebalap Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez, pada lomba seri terakhir dalam GP Valencia, Minggu (8/11/2015).

Menurut "The Doctor", Marquez sengaja melakukan aksi seperti “mengawal” Jorge Lorenzo sampai akhir balapan.

Tuduhan Rossi langsung ditanggapi oleh Shuhei Nakamoto, Executive Vice President HRC.

Menurut dia, balapan seri terakhir di Valencia ini merupakan hal yang sulit bagi Rossi karena harus kehilangan gelar juara dunia musim 2015.

Tetapi, di sisi lain, Honda tidak bisa menerima tuduhan Rossi.

“Kita tidak bisa terima tuduhan yang diarahkan kepada pebalap kami. Bahkan banyak tuduhan setelah seri Phillip Island dan tidak ada bukti untuk mendukung tuduhan ini. Kita berbicara fakta,” ujar Nakamoto seperti dilansir laman Motorsport, Senin (9/11/2015).

Nakamoto menambahkan, Marquez dan Pedrosa sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar Lorenzo.

Bahkan terlihat pada lap terakhir kecepatan Pedrosa semakin tinggi dan berusaha melewati Marquez.

Tetapi, sampai akhir balapan, kedua pebalap asal Spanyol itu tetap berada di belakang Lorenzo.

“Kami mohon maaf jika Rossi tidak percaya hal ini, tetapi kami yakin kedua pebalap kami sudah mencapai hasil yang terbaik untuk tim Repsol Honda. Ini hanya persepsi dari satu orang yang kami hormati dan bukan realitas,” kata Nakamoto.

“Rossi merupakan pebalap yang hebat dan cerdas sehingga kita benar-benar berharap ia bisa mengevaluasi kembali apa yang telah diucapkannya. Ini adalah balapan besar dan musim yang indah, jadi kami sangat malu untuk merusaknya,” ucapnya.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help