TribunKalteng/

Kota Tua Warsawa Bangkit dari Puing

Kami memandangi patung putri duyung dengan perisai di tangan kirinya dan pedang di tangan kanannya. Dia yang disebut sebagai Syrenska Warszawska

Kota Tua Warsawa Bangkit dari Puing
tribunkalteng.com/kompas.com
Kota Tua Warsawa dihancurkan oleh tentara pendudukan Nazi pada 1944, tetapi dihidupkan kembali oleh warganya sehingga menjadi contoh sebuah rekonstruksi total yang berhasil. Penuh dengan galeri, kafe, dan restoran, bagian Kota Tua Warsawa seperti Bentang Barbakan ini, beberapa waktu lalu, membawa orang seperti pergi ke masa silam. Benteng tersebut dibuat tahun 1548. 

TRIBUNKALTENG.COM - MENURUT legenda, seekor putri duyung berenang dari laut menghulu ke sungai dan berhenti di tepi sungai Kota Tua Warsawa dan menetap. Seorang pedagang memerangkapnya dan memenjarakannya di pondok kayu. Ada nelayan muda mendengar tangisannya dan bersama teman-temannya membebaskan putri duyung itu yang lalu menyatakan akan selalu membela mereka apabila diperlukan.

Kami memandangi patung putri duyung dengan perisai di tangan kirinya dan pedang di tangan kanannya. Dia yang disebut sebagai Syrenska Warszawska, lambang kota Warsawa, Polandia, berjaga di Rynek Starego Miasta, alun-alun balai kota yang jadi pusat kota tua.

Syrenska hanyalah lambang pengawal Warsawa. Yang nyata adalah semangat warganya untuk membangkitkan kembali kota itu dari puing-puing.

Warsawa didirikan sekitar abad ke-13. Lokasinya dekat sungai. Selama berabad-abad riwayatnya, kota itu berkali-kali dihancurkan oleh kebakaran, orang Jerman, orang Rusia, dan tiap kali kota itu dibangun lagi.

Ketika invasi Jerman tahun 1939, kawasan perumahan dan gedung-gedung penting kota itu dibom. Sebagian dari Kota Tua dibangun kembali. Namun, menyusul pemberontakan oleh warga Warsawa pada Agustus 1944, kota itu dihancurleburkan sebagai pembalasan pasukan pendudukan Nazi.

Sekitar 85 persen kota hancur menjadi puing. Namun, ketika perang usai, warga membangunnya kembali. Antara tahun 1945 dan 1966, bangsa itu bertekad menghidupkan kembali Kota Tua dan membangunnya dengan cermat. Sebanyak mungkin bata asli dipakai lagi. Puing-puing diayak untuk mendapatkan unsur dekoratif yang lalu dipasang di tempat aslinya. Lukisan abad ke-18 dan gambar mahasiswa arsitektur pra-PD II dipakai sebagai rujukan.

Hasilnya memang mengagumkan. Kalau Anda di Kota Tua itu, Anda bagai dibawa ke masa abad-abad silam. Tak mengherankan, Kota Tua itu masuk daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Cara terbaik menikmatinya adalah dengan berjalan-jalan di lorong-lorongnya, menikmati keindahan berbagai bangunannya dan suasananya. Seorang anak muda berlutut di hadapan pacarnya, memberikan mawar-mawar yang dibawanya.

Sesuai benar dengan slogan pariwisata kota itu: Zakochaj sie W Warszawie, Jatuh Cintalah pada Warsawa. (Diah Marsidi dari Warsawa, Polandia)

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help