TribunKalteng/

MFC Nonton Pembunuh Insyaf

menjadi satu-satunya tim yang sudah dipastikan lolos ke babak semifinal memilih melakukan refreshing, berkunjung ke Duta Mall

MFC Nonton Pembunuh Insyaf
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Pemain MFC nonton bareng di Duta Mall, Sabtu. 

TRIBUN KALTENG.COM - DIDISKUALIFIKASINYA PSS Sleman dan PSIS Semarang karena bermain konyol; berlomba mencetak gol bunuh diri dalam laga terakhir di Babak 8 Besar Grup N Divisi Utama, berakibat agenda babak semifinal menjadi tidak jelas.

Sampai saat ini Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terus melakukan investigasi terhadap tim-tim yang bermasalah, sehingga berimbas pada kacaunya agenda kompetisi kasta kedua di Indonesia di bawah Indonesia Super League (ISL) tersebut.

Agar tidak jenuh dan bahkan terlalu tegang dengan kondisi seperti ini, Martapura FC (MFC) yang menjadi satu-satunya tim yang sudah dipastikan lolos ke babak semifinal memilih melakukan refreshing, berkunjung ke Duta Mall Banjarmasin, Sabtu (1/11) malam.

Tim pelatih memboyong semua penggawanya untuk melakukan acara relaksasi melepaskan kejenuhan di tengah belum jelasnya kelanjutan kompetisi.

Dari pantauan Metro, semua pemain yang ada dalam tim berjuluk Laskar Sulthan Adam ini memang terlihat hadir. Termasuk dua pemain asing Henry Njobi Elad dan Brima Pepito.

Adapun agenda utama tim saat berada di sana, yakni menggelar nonton bareng di bioskop setempat.

Mereka memilih menonton film yang berjudul John Wick di Studio 5 pada pukul 19.30 Wita. Film itu bercerita tentang seorang pria  bernama John Wick (dibintangi Keanu Reaves ). Wick yang dulu bekerja sebagai seorang pembunuh bayaran telah mengubah dirinya menjadi orang biasa setelah meninggalnya sang istri.

Dia pun hidup bersama seekor anjing dari pemberian mendiang istrinya serta memiliki sebuah mobil Ford Mustang 1969. Suatu ketika ada kejadian dari kemunculan seorang penjahat yang mencuri dan membunuh anjingnya. Wick mengejar penjahat tersebut sampai ke kota New York.

Sebelum menyaksikan film itu, Isnan Ali dan kawan-kawan sempat jalan-jalan terlebih dahulu melihat berbagai barang yang dijual pada toko-toko di dalam mal.

Bahkan mereka juga menyempatkan diri untuk makan bersama di sebuah tempat makan siap saji di lantai satu.

Pemain pun saat itu terlihat ceria dan kerap saling bercanda satu dengan yang lainnya. Kejenuhan dalam menjalani kompetisi pun seakan lenyap seketika.

Pelatih kepala Martapura FC, Frans Sinatra Huwae mengatakan, dia sengaja membawa anak asuhnya saat itu agar bisa melepaskan kepenatan.

Apalagi seperti diketahui meskipun belum jelas kelanjutan kompetisi, Isnan Ali Cs masih tetap rutin melaksanakan kewajiban latihan. Termasuk kemarin pagi.

"Kami ke sini untuk refreshing, agar anak-anak bisa lebih rileks sambil menunggu kelanjutan kompetisi," ujar Frans Sinatra.

Dia menambahkan, sambil menunggu kejelasan semifinal, timnya masih tetap fokus melakukan persiapan. "Senin besok akan mulai latihan lagi seperti biasa," jelasnya.

Penulis: Frans
Editor: Halmien
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help