Pemkab Mura Maksimalkan Budidaya Sarang Burung Walet

Pemerintah Kabupaten Murungraya, Kalimantan Tengah menggelar bimbingan teknis

Pemkab Mura Maksimalkan Budidaya Sarang Burung Walet
faturahman
Rumah Walet

TRIBUNKALTENG.COM, PURUKCAHU - Pemerintah Kabupaten Murungraya, Kalimantan Tengah menggelar bimbingan teknis budidaya sarang burung walet kepada pelaku usaha setempat.
    
"Pelatihan ini diselenggarakan agar para pelaku usaha di bidang sarang burung walet mengerti betul bagaimana menjalankan usahannya agar hasil yang dicapai dapat maksimal," kata Kepala Dinas Kehutanan Murungraya (Mura), Pahala Budiawan di Purukcahu, Sabtu.
    
Menurut Pahala, kegiatan bimtek ini untuk memaksimalkan pendapatan daerah maupun masyarakat dari hasil hutan bukan kayu yang potensinya di Kabupaten Murung Raya cukup besar.
    
Diharapkan dapat peningkatan hasil hutan bukan kayu serta para pelaku usaha di bidang ini mengerti akan kewajiban mereka atas usaha yang mereka jalankan yang tentunya dalam hal ini biaya retribusi yang harus disetor kepada pemerintah daerah setempat.
    
Pahala mengatakan pelatihan Bimtek ini diikuti 25 orang pelaku usaha yang memang sudah terdaftar sebagai pengusaha budidaya burung walet di Kota Purukcahu serta juga lima orang yang berasal dari Dinas Kehutanan setempat.
    
Dari 25 orang pelaku usaha budidaya burung walet di Kota Purukcahu, hanya satu saja yang usahannya mempunyai izin resmi dari pemda, contohnya saja seperti IMB sebagai tempat bersarangnya burung walet.
    
"Tidak hanya itu tahun 2014 nanti, kami  akan melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap semua sarang walet yang berada di Kabupaten Mura, baik itu berupa sarang buatan maupun alami yang hal ini dilakukan untuk mendukung kebijakan yang akan dikeluarkan nanti setelah proses pendataan berjalan lancar," ujar Pahala.
   
Sementara itu Bupati Murung Raya, Perdie M Yoseph mengatakan dalam kegiatan ini hendaknya para pelaku usaha budidaya burung walet yang khusus berada dalam Kota Purukcahu agar jangan sembarangan mendirikan bangunan untuk sarang burung ini.
    
"Apabila mereka tidak memperhatikan apa yang disampaikan maka ke depan bisa dipastikan tata ruang Kota Purukcahu akan semakin semrawut karena pendirian bangunan tidak dilakukan perencanaan terlebih dahulu," kata Perdie.

(T.K009)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved