Tugboat SPB 3201 Kencing Diamankan
Penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar menjelang kenaikan harga BBM kembali terjadi. Ditpolairud
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Anjar
Dari tangkapan itu petugas berhasil mengamankan sedikitnya 3.000 liter solar di TB SPB 3201 dan perahu tanpa nama. Direktur Polairud Polda Kalsel, Kombes Pol Yulius Bambang mengatakan pihaknya juga mengamankan 8 awak kapal.
"Dua dari Anak Buah Kapal (ABK) TB SPB 3201 dan enam orang lagi dari ABK perahu kayu tanpa nama itu," jelas dia usai acara rapat koordinasi mengenai sistem Kamtibmas di perairan Kalsel di ruang Rupatama Mapolda Kalsel, Rabu (19/6).
Modus operasi yang dilakukan, ujar Julius, 3 ton solar diberikan oleh TB SPB 3201 ke perahu kayu tanpa nama. "TB mengencingkan solar itu ke perahu perahu," jelasnya.
Penangkapan dilakukan setelah anggota Polairud Polda Kalsel melakukan patroli rutin dan melihat TB SPB 3201 yang tengah menarik tongkang bermuatan batu bara mengeluarkan solar ke perahu kayu tanpa nama.
"Rencananya BBM jenis solar yang akan dikencingkan itu sekitar 8 ton, namun saat anggota kita tangkap yang tersalur baru 3 ton,” ungkapnya,
Patroli rutin itu merupakan upaya pihak polisi perairan dalam mengantisipasi keamanan dan penyalahgunaan BBM khususnya menjelang kenaikan harga BBM.
Menurut Yulius, menjelang kenaikan harga BBM, polisi perairan pun diperintah untuk siaga dan selalu waspada untuk melakukan pengamanan di sektor perairan, dan tetap melakukan patrol rutin serta menindak para pelaku penyalahgunaan BBM.
“Kita juga sebagai polisi perairan yang dipercayakan untuk menjaga sistem keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap siaga dan selalu melakukan patroli rutin di perairan Kalimantan Selatan ini dan menindak para pelaku penyalahgunaan BBM,” katanya.
Sistem Kamtibmas diperairan selama ini, kata dia, perlu ada masukan dari pihak-pihak terkait yang memiliki aktivitas di perairan Kalsel.
“Kita berharap dengan adanya rapat koordinasi ini bisa saling bekerjasama dan mendukung pihak kepolisian dalam melakukan pengamanan di perairan, dan masyarakat atau warga yang mengalami gangguan keamanan di perairan bisa berkoordinasi baik itu lewat telepon maupun radio dan bisa datang langsung ke Ditpolair atau markas Polair yang terdekat, sebab kita tetap mengutamakan pelayanan masyarakat,” jelasnya.