Nil Minta Diperlakukan Manusiawi
Kembalinya pendiri Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) ke Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)
Komite Eksekutif PSSI mencopot Nilmaizar melalui rapat, Rabu (28/2). Dia diganti pelatih asal Argentina, Luis Manuel Blanco.
Menanggapi keputusan tersebut, Nilmaizar pun angkat suara. “Saya minta diperlakukan manusiawi,” kata dia, Jumat (1/3).
Nil berharap PSSI segera memberi kepastian kepada dirinya, dengan menerbitkan surat keputusan pemecatan. Terkait dengan opsi yang ditawarkan PSSI, agar dirinya melatih tim nasional level usia lain, mantan pelatih klub Semen Padang itu menegaskan ingin ada kepastian dari PSSI.
“Bukan masalah posisi atau apa. Saya hanya ingin kepastian kontrak. Di kontrak saya ditugaskan untuk menangani timnas di Kualifikasi Piala Asia 2015. Artinya, posisi saya jelas di timnas senior. Sekarang disuruh memilih, untuk apa? Sesuai kontrak saja. Memutuskannya gampang kan?” kata dia.
Pejabat teras PSSI memang terbelah saat menyikapi pemecatan Nilmaizar. Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin ingin mengganti. Adapun komite ad hoc timnas, yang terdiri atas Sihar Sitorus, Bob Hippy dan Bernhard Limbong ingin mempertahankan Nilmaizar.
Keputusan pemecatan diambil Djohar dalam rapat yang tidak diikuti tiga orang itu. Dia justru mengambil keputusan bersama empat anggota komite eksekutif yang ‘lari’ ke KPSI, yaitu La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Edwin Dwi Budiawan, dan Tonny Apriliani.
“Saya sebenarnya telah berusaha berbicara dengan Djohar, namun ia tidak memberi kepastian kepada saya. Padahal, ia tahu detail kontrak saya,” kata Nilmaizar.
Saat dihubungi, Djohar menegaskan pada rapat itu tidak ada keputusan pemecatan Nilmaizar. Akan tetapi dia diberi kesempatan memilih.
“Kami tidak memecat Nil. Saya kembalikan keputusannya kepada dia, apakah masih mau bergabung dengan timnas senior, atau memilih tim mana yang akan dilatih,” ujar dia.
Mengenai penunjukan Blanco, Djohar mengatakan pemilihan sosok itu berdasar pembicaraan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Argentina Cristina Elisabet Fernandez de Kirchner.
“Penunjukkan Blanco untuk meningkatkan prestasi timnas. Sebab melihat dari segi pengalaman, jelas Blanco lebih dari Nil. Pengalamanya melatih di sejumlah negara di Amerika dan Eropa, dan terakhir di Cina, semoga mampu mewujudkan harapan kita,” katanya.
Berdasar pantauan di sitsu FIFA (federasi sepak bola dunia), nama Nilmaizar masih tercantum sebagai pelatih timnas senior. Sedangkan nama Halim dicoret dan diganti Hadiyandra. Halim pun melakukan perlawanan. Bersama Bob Hippy, dia berencana menggelar kongres tandingan di Bandung, Jabar.
Menyikapi itu, Menpora Roy Suryo meminta Halim mengurungkan niatnya. “Hanya ada satu Kongres PSSI pada 17 Maret 2013. Kongres itu sudah mendapat persetujuan dari FIFA. Kongres akan dilangsungkan di Hotel Borobudur, Jakarta. Jangan ada kongres tandingan,” tegas dia. (tribunnews/ery/tik)