Jumat, 28 November 2014
Tribun Kalteng

BPKP Hitung Kerugian Korupsi di Unlam

Senin, 7 Januari 2013 21:40 WIB

BPKP Hitung Kerugian Korupsi di Unlam
net
Ilustrasi
TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Kasus dugaan kasus dugaan penyelewengan anggaran dalam proyek pengadaan barang di Univeristas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin dibawa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin ke Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalsel.

"Kita gelar ekspose kasus Unlam itu di BPKP," ujar Kasi Pidsus Kejari Banjarmasin Ramadhani, Senin (7/1).

Dalam ekpose sementara lanjut Ramadhani BPKP menyatakan dua kasus di Fakultas Tehnik dan mengenai gedung kedokteran adanya perbuatan melawan hukum.

"Namun untuk mengenai besaran nilai kerugian keuangan Negara belum ada kesimpulan, karena masih dalam proses perhitungan, serta masih ada lagi dua yang belum," ujar dia.

Ramadhani menambahkan kasus korupsi Unlam terus dikebut mengingat sudah melebihi target penanganan di tahun 2012.

Mengenai tersangka apakah ada perkembangan dan akan dilakukan penahan, ia mengatakan untuk tersangka tetap enam orang, dan untuk sementara belum ada penahanan.

Sebelumnya setelah menetapkan Herry Supriyanto, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejari juga menetapkan Syahril Taufik ketua tim ahli APS atau penerima barang lingkungan Unlam yang bertugas di Fakultas Teknik Unlam, Banjarbaru.

Itu menyusul lima tersangka dari rekanan Mufti Sofyan, Direktur Utama CV Bahtera Gemilang, Kaspul Anwar, Direktur Utama CV Marga Jaya, Dr Mohammad Hasanudin, Direktur Utama PT Triaramilla Perkasa, dan Masitoh, Direktur Utama PT Ananto Jampieter.
Penulis: Khairil Rahim
Editor: Anjar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas