Pemadaman Listrik Harus Diminimalisir
Pemadaman listrik PLN yang terus terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah harus segera
Tayang:
Penulis: Fathurahman | Editor: Halmien
Faturahman
Pelajar terpaksa belajar menggunakan lampu darurat saat listrik padam di Palangkaraya.
TRIBUN KALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemadaman listrik PLN yang terus terjadi di Palangkaraya,
Kalimantan Tengah harus segera di minimalisir dengan terus membangun
pembangkit di Kalteng. Pasalnya, jika pembangunan pembangkit listrik
tidak menjadi prioritas, dikhawatirkan semakin lama krisis listrik makin
parah.
Demikian di sampaikan, Ketua DPRD Kota Palangkaraya, Sigit K Yunianto, menyikapi masih saja terjadi pemadaman listrik secara bergilir di Palangkaraya.
"Saya berharap pembangunan pembangkit di Kalteng diutamakan.Ini untuk program jangka panjang, bagi masyarakat Kalteng sendiri, meskipun masih perlu bantuan daya dari sistem Kaselteng, tetapi untuk pembangkit lokal di Kalteng harus menjadi prioritas untuk di bangun," kata, Selasa (6/11).
Dikatakan dia, selama ini daya pembangkit di Palangkaraya kecil hanya 30 megawatt sedangkan kebutuhan daya untuk pelanggan mencapai 45 megawatt, pasokan dari Kalsel ke Kalteng juga kecil, sedangkan permintaan daya listrik oleh pelanggan terus naik rata-rata 10 persen dalam setiap bulannya.
"Jika ini tidak di antisipasi sejak dini, tentu prediksi 10 tahun mendatang Kalteng akan gelap gulita.Jadi solusinya, mempercepat pembangunan PLTU di Kalteng serta mewujudkan pembangunan PLTU di Palangkaraya," katanya lagi.
Demikian di sampaikan, Ketua DPRD Kota Palangkaraya, Sigit K Yunianto, menyikapi masih saja terjadi pemadaman listrik secara bergilir di Palangkaraya.
"Saya berharap pembangunan pembangkit di Kalteng diutamakan.Ini untuk program jangka panjang, bagi masyarakat Kalteng sendiri, meskipun masih perlu bantuan daya dari sistem Kaselteng, tetapi untuk pembangkit lokal di Kalteng harus menjadi prioritas untuk di bangun," kata, Selasa (6/11).
Dikatakan dia, selama ini daya pembangkit di Palangkaraya kecil hanya 30 megawatt sedangkan kebutuhan daya untuk pelanggan mencapai 45 megawatt, pasokan dari Kalsel ke Kalteng juga kecil, sedangkan permintaan daya listrik oleh pelanggan terus naik rata-rata 10 persen dalam setiap bulannya.
"Jika ini tidak di antisipasi sejak dini, tentu prediksi 10 tahun mendatang Kalteng akan gelap gulita.Jadi solusinya, mempercepat pembangunan PLTU di Kalteng serta mewujudkan pembangunan PLTU di Palangkaraya," katanya lagi.