Bahrun Menangis Rumahnya Disambar Api

Bahrun (55) dan Santi (18) tampak tegang, tatapan matanya kosong seraya

Tayang:
Penulis: Ibrahim Ashabirin | Editor: edi_nugroho
TRIBUNKALTENG.COM,  RANTAU - Bahrun (55) dan Santi (18) tampak tegang, tatapan matanya kosong seraya memandangi rumahnya yang tinggal puing. Meskipun di tangan kiri Bahrun terkelupas akibat disambar api. Namun dia masih bisa bicara terbata-bata kepada BPost Online.
 
Bahrun sempat meneteskan air mata saat menuturkan kebakaran yang melanda rumahnya Jumaat malam. Menurut Bahrun anaknya, Santi terbakan di bagian badannya karena berusaha menyelamatkan anaknya. Baik Bahrun maupun Santi luka bakarnya sudah diobati secara tradisional.
    
Tiga unit rumah terbakar di Desa Margasari Ulu Kecamatan Candi Laras Selatan (CLS) Kabupaten Tapin, Jumat (8/6) malam sekitar jam 20.00 wita.

 Rumah terbuat dari kayu yang berlokasi di pinggiran Sungai Margasari itu tinggal puing.
 Salah satu korban, Ibrahim (55) mengaku hampir seluruh harta bendanya ludes terbakar, bahkan surat kendaraan, ijazah anaknya turut ludes, malah SIM A yang baru dibuat 10 hari lalu juga terbakar.

 Lebih menyedihkan lagi Bahrun (50), keluarganya yag terdiri 5 jiwa itu hanya ke luar rumah dengan selembar pakaian di tubuh, malah lengan kanan Bahrun terbakar sepanjang 10 sentimeter, begitu juga anaknya Santi terbakar di badan.
 "Hanya ke luar baju selembar, apinya sangat cepat membakar, emas 50 gram juga masih belum ditemukan," ungkap Bahrun kepada Bpost, seraya berlinang air mata.

    

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved