Kematian Akibat Campak Turun 90 Persen di Indonesia

Kematian akibat campak di Indonesia menurun lebih dari 90 persen. Ini karena sudah dijalankannya program imunisasi sesuai

TRIBUNKALTENG.COM - Kematian akibat campak di Indonesia menurun lebih dari 90 persen. Ini karena sudah dijalankannya program imunisasi sesuai dengan anjuran Tim Internasional yang pernah datang ke Indonesia tahun 2009.

Demikian salah satu hasil temuan Tim Internasional tentang kerja Tim Imunisasi Ditjen P2PL Kemenkes beserta stake holder lainnya yang disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE di Jakarta .

Dirjen P2PL yang mendampingi Menkes RI untuk menerima Tim Internasional yang menilai program Imunisasi Campak Indonesia, Jumat (10/2) juga menyampaikan beberapa hasil temuan lain antara lain telah dilakukannya case-based surveillance, sedikitnya 20 persen kasus telah dilakukan tes.

"Sementara itu, beberapa rekomendasi tim ini antara lain mempertimbangkan kemungkinan dosis kedua imunisasi campak pada usia 18 bulan, digabung dengan DPT 4, dan melakukan cek pada saat masuk sekolah dan dianjurkan agar Indonesia mengadopsi strategi eliminasi campak." jelas Tjandra.

Strategi eleminasi campak ini dilakukan dengan memperkuat imunisasi rutin, kampanye nasional pada anak 9 bulan - 15 tahun pada 2013, mempertimbangkan memasukkan vaksin Rubella dan penggunaan vaksin MR (Measless Rubella), memperkuat case-based surveillance.

Menteri Kesehatan dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa Indonesia berterimakasih atas temuan tim ini dan menugaskan tim Ditjen P2PL untuk menilai kelaikan laksana dari rekomendasi yang diberikan.  

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help