Warga Transmigran Mura Kembangkan Pembibitan Karet

Ratusan kepala keluarga warga transmigran di Desa Bahitom, Kecamatan Murung,

Warga Transmigran Mura Kembangkan Pembibitan Karet
web
bibit karet
TRIBUNKALTENG.COM. PURUKCAHU - Ratusan kepala keluarga warga transmigran di Desa Bahitom, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, yang tergabung dalam sembilan kelompok tani tahun 2012 mendapat bantuan dana untuk mengembangkan pembibitan (penangkaran) karet.
    
"Bantuan modal untuk pembibitan karet ini guna meningkatkan usaha para warga transmigrasi," kata Kepala Bidang Pengembangan Transmigrasi pada Dinas Sosial, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Murung Raya, Budiman di Puruk Cahu, Selasa.
    
Menurut Budiman, bantuan modal sebesar Rp50 juta per kelompok tani dari pemerintah ini khusus peruntukannya sebagai modal usaha pembibitan karet unggul diantaranya bentuk okulasi mata tidur (OMT).
    
Bantuan modal ini, kata dia, tidak bisa dialihkan untuk kepentingan lainnya seperti simpan pinjam untuk anggota atau lainnya.
    
Bagi yang menyalahgunakan peruntukannya, maka bantuan modal itu akan ditarik kembali.
    
"Meski bantuan modal ini sifatnya hibah namun tetap dilakukan pemantauan pemanfaatannya," kata dia.
    
Budiman mengatakan, bibit karet hasil penangkaran warga transmigrasi ini nantinya untuk dijual kepada masyarakat maupun pemerintah, hasil penjualan benih itu akan menjadi milik kelompok tani tersebut.
    
Jadi, katanya, pemerintah bisa membeli hasil pembibitan karet tersebut, kemudian menyalurkannya kembali kepada warga transmigrasi atau masyarakat lainnya sebagai bantuan untuk meningkatkan perkebunan karet di kabupaten paling utara Kalteng ini.  
    
"Warga transmigran yang melakukan pembibitan karet ini sudah mendapat pelatihan dan pengawasannya dilakukan instansi teknis," jelas dia.
    
Budiman menjelaskan, kawasan pemukiman transmigran di Desa Bahitom, Kecamatan Murung yang dihuni sejak tahun 2008 lalu sebanyak 300 kepala keluarga dari luar Pulau Kalimantan dan penduduk setempat itu telah mengembangkan perkebunan karet seluas 225 hektare.
    
Karet yang dikembangkan ini mencapai 46.500 bibit karet unggul yang merupakan bantuan dari pemerintah Provinsi Kalteng dan kabupaten. Setiap KK mendapat 155 bibit karet ditanam masing-masing seluas 0,75 hektare.
    
"Kita harapkan perkebunan karet ini mampu meningkatkan perekonomian warga trans, selain mengusahakan sayur-sayuran dan hasil pertanian lainnya," kata dia.
    
Karet merupakan salah satu komoditas unggulan di kabupaten paling Utara Kalteng ini karena sebagian besar warga masyarakatnya mengusahakan perkebunan karet, baik menanam bibit lokal maupun unggul seluas 40.000 hektare dengan produksi 36.000 ton per tahun.
Editor: Edinayanti
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved