TribunKalteng/

Batik Tak Lagi Busana Jadul

Jika dulu batik identik dengan pakaian orangtua, sekarang batik juga menjadi kebanggaan anak muda.

Batik Tak Lagi Busana Jadul
salmah
Batik
TRIBUNKALTENG.COM - Jika dulu batik identik dengan pakaian orangtua, sekarang batik juga menjadi kebanggaan anak muda. Apalagi dunia mode telah mengreasi batik menjadi lebih trendi sehingga busana batik bisa diterima kalangan muda.

Meluasnya pemakaian batik, memberikan peluang tersendiri bagi masyarakat yang jeli melihat celah bisnis.

Toko khusus batik adalah usaha yang bisa dilakoni, meskipun sejak dulu sudah ada toko yang khusus menjual batik, namun pemain di bisnis ini masih terbilang jarang.

Salah satu toko yang khusus menyediakan batik yaitu Keisha Batik di Jalan Cemara Raya, Kayutangi, Banjarmasin. Di toko ini batik yang ditawarkan sangat beragam, ada batik untuk lelaki dan perempuan. Selain desain pakaian kerja, juga desain fashion, bahkan tersedia juga gamis batik, pakaian anak-anak dan tas batik.

“Permintaan pasar sangat bagus. Apalagi sejak ada himbauan untuk mengenakan batik bagi karyawan, banyak pesanan dari kalangan perkantoran,” ujar Dinny Indri, owner Keisha Batik, yang memulai usaha ini sejak tiga tahun silam.

Mengenai harga, Keisha Batik membanderol mulai Rp25 ribu sampai Rp600 ribu, tergantung kualitas batik. Busana batik tersebut terdiri berbagai merek, di antaranya Zikin Colection. Selain itu tersedia batik Pekalongan dan Solo.

“Seminggu sekali kami mendatangkan barang. Sedangkan desain baru, biasanya hadir setiap dua atau tiga bulan. Selain busana batik, kami juga menjual kelom geulis atau selop kayu, produk khas dari Tasikmalaya, Jawa Barat,” jelas Dinny yang pelanggannya terdiri karyawan, mahasiswa dan ibu rumah tangga.

Imah, karyawan Konter Batik di Duta Mal Banjarmasin, mengatakan, mereka selalu menghadirkan aneka batik model terbaru, khususnya batik yang menampilkanan sisi fashion atau batik trendi.

“Biasanya anak muda suka dengan batik yang lebih familiar dengan diri mereka, artinya batik yang bervariasi atau tidak monoton,” terang Imah. 

Penulis: Salmah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help