TribunKalteng/

Bubur Asyura Menjalin Keakraban

Sepuluh hari di awal bulan Muharram atau tanggal 10 Muharram,

Bubur Asyura Menjalin Keakraban
salmah
Bubur Asyura Menjalin Keakraban
TRIBUNKALTENG.COM - Sepuluh hari di awal bulan Muharram atau tanggal 10 Muharram, menjadi momen penting bagi umat Islam.
Pada hari Asyura ini, disunahkan oleh Rasulullah SAW, melaksanakan puasa.

Selain itu, tradisi yang sering dilakukan masyarakat pada tanggal tersebut adalah memasak bubur yang sering dinamakan bubur Asyura. Seperti halnya dilakukan masyarakat di lingkungan Jalan Komplek Persada Raya IV Jalur I, II dan Jalur III, Handil Bakti, di
Mushala Abdul Aziz, Selasa (6/12).

Menurut Hj Jumiah, Ketua Pelaksana Kegiatan, memasak bubur Asyura dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 10 bulan Muharram. Mengenai dana kegiatan berasal dari swadaya masyarakat setempat yang menyumbang dengan sukarela.

Bubur ini dimasak bersama-sama oleh para ibu-ibu, kemudian akan dibagikan setelah Ashar, pukul 16.00 Wita. Bubur ini juga bisa dijadikan sebagai makanan berbuka puasa.

Bubur Asyura bahannya terdiri 41 macam dengan berbagai bumbu dan sayuran. Jadi jika dipandang dari segi gizi, jelas bubur Asyura kaya gizi.
           
“Kegiatan ini bertujuan mengingat Nabi Nuh yang pada masanya pernah kelaparan bersama umatnya, hingga kemudian memasak berbagai bahan untuk dijadikan makanan. Selain itu, melalui kegiatan ini juga bisa terjalin keakraban antara masyarakat setempat,” jelas Hj Jumiah.

Ditambahkan Hj Djaiyam, warga setempat, ia sangat senang adanya kegiatan semacam ini. Selain bisa saling bersilaturahmi, juga bermakna ibadah. Bubur yang dibagikan juga bisa menjadi menu berbuka bagi warga yang melaksanakan ibadah puasa. 

Penulis: Salmah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help