• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Kalteng

Angka Kematian Bayi di Barut Masih Tinggi

Senin, 9 Mei 2011 19:12 WIB
TRIBUNKALTENG.COM, MUARATEWEH - Angka Kematian Bayi baru lahir dan Angka Kematian Ibu di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dalam dua tahun terakhir masih tinggi.

"Tinginya Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) ini sebagian besar akibat pendarahan bagi ibu dan sesak napas," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Barito Utara (Barut), dr Sutarno di Muarateweh, Senin (9/5/2011).

Menurut Sutarno, sampai Maret 2011 tingkat kematian bayi  di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini sudah sebanyak enam bayi sedangkan kematian ibu ada dua orang.

Sedangkan di tahun 2010, kata dia, AKB sebanyak 19 bayi, balita satu orang dan AKI ada dua orang.

"Tingginya AKB dan AKI juga terjadi di semua kabupaten di Kalteng," katanya.

Sutarno menjelaskan, angka kematian bayi baru lahir  terutama disebabkan  antara lain infeksi dan berat bayi lahir rendah. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan kondisi kehamilan, pertolongan persalinan yang aman, dan perawatan bayi baru lahir.       

Sedangkan komplikasi penyebab kematian ibu yang terbanyak adalah perdarahan, hipertensi dalam kehamilan (eklampsia), infeksi, partus lama, dan komplikasi keguguran.

"Kematian ini biasanya lambat mendapat pertolongan, karena meski sudah disarankan bidan, namun  pihak keluarga sering menunda untuk di bawa ke rumah sakit atau puskesmas," jelas dia.

Sementara Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Barito Utara, Bambang Edhy Prayitno dalam rapat koordinasi Gerakan Sayang Ibu (GSI) mengatakan perlu adanya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, keluarga dan tokoh masyarakat harus berusaha untuk menurunkan AKB dan AKI di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini.

Upaya penurunan kematian bayi dan ibu ini diantaranya pemerintah memberi perhatian yang sangat besar melalui program Jaminan Persalinan (Jampersal).    
"Jaminan persalinan bertujuan menurunkan angka kematian ibu hamil dan melahirkan. Melalui program ini ibu hamil mendapat pemeriksaan, imunisasi dan persalinan secara gratis," katanya.
Editor: deny
Sumber:
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
925 articles 39 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas